Connect with us

Kawanus.com

Kawanus.com

Menikmati Hangatnya Kuliner Tauwa Kacang Kowa di Surabaya

tauwa 4

Kuliner

Menikmati Hangatnya Kuliner Tauwa Kacang Kowa di Surabaya

Semangkok Tauwa Lengkap dengan Siraman Kuah Jahe Hangat (c) Zahir/Kawanus

Menikmati Hangatnya Kuliner Tauwa Kacang Kowa di Surabaya

Kawan Makan pasti sudah tidak asing apabila mendengar nama Kota Surabaya. Kota Surabaya yang merupakan salah satu kota besar di pulau Jawa tentu membuat ibukota dari provinsi Jawa Timur ini menjadi tujuan bagi para pendatang, baik pendatang dari kepulauan Nusantara maupun para pendatang yang berasal dari negeri yang jauh sejak puluhan hingga ratusan tahun silam. Maka tidak heran banyak ragam kuliner asing yang dibawa oleh para pendatang tersebut yang pada umumnya ingin berdagang atau bekerja di kota ini.

Salah satu etnis asing yang cukup banyak bermigrasi dan menetap di wilayah Surabaya adalah etnis Tionghoa. Etnis Tionghoa sendiri sudah menetap cukup lama di kota Surabaya seperti lazimnya daerah-daerah lainnya di Indonesia. Bahkan banyak pula budaya maupun hasil kuliner yang berada di kota ini juga turut dipengaruhi oleh akulturasi etnis-etnis Tionghoa yang sudah lama menetap tersebut. Salah satu kuliner yang diperkenalkan oleh etnis Tionghoa adalah Tauwa atau Tahwa. Kuliner ini meskipun merupakan makanan yang diperkenalkan oleh etnis Tionghoa, namun hampir seluruh lapisan masyarakat di kota Surabaya tidak hanya orang-orang keturunan Tionghoa cukup menggemari makanan ini.

Sari Kacang Kedelai dalam Tauwa

Sepintas jika melihat kuliner Tauwa atau Tahwa ini pasti kamu akan langsung terpikirkan dengan bentuk tahu putih yang belum digoreng atau hanya direbus. Hal tersebut karena bahan baku yang digunakan yakni sama-sama dari kacang kedelai. Kuliner legendaris ini sendiri di sebagian masyarakat Indonesia juga lebih dikenal dengan Kembang Tahu. Kuliner yang dikenalkan oleh masyarakat Tionghoa ini sendiri seringkali dikonsumsi sebagai camilan atau bahkan menu sarapan karena porsinya yang tidak terlalu besar namun cukup membuat kenyang.

tauwa 2

Adonan Tauwa Yang Dipadatkan (c) Zahir/Kawanus

Kuliner ini terbuat dari sari kacang kedelai atau mungkin lebih dikenal di masyarakat awam sebagai susu kedelai. Sari hasil olahan kacang kedelai yang telah digiling tersebut kemudian diambil lalu dipadatkan. Secara garis besar pembuatan kuliner ini memang tidak jauh berbeda bahkan bisa dikatakan sama dengan pembuatan tahu pada umumnya. Akan tetapi yang menjadi pembeda utama antara tauwa dan tahu biasa yakni pada teksturnya, tauwa lebih lunak dan mudah hancur daripada tahu. Untuk proses pemadatannya sendiri cukup beragam, di masa lalu orang-orang penjual kuliner ini menggunakan campuran dari bahan gipsum untuk memadatkan sari kacang kedelai tersebut, akan tetapi cara ini kini sudah jarang atau tidak ditemui lagi. Para penjual kuliner ini kini menggunakan bahan campuran agar-agar tawar untuk bahan pemadat sari kacang kedelai tersebut.

Sejarah Kuliner Tauwa dan Manfaatnya

Uniknya meski merupakan kuliner yang dikenalkan oleh orang-orang Tionghoa di Indonesia, akan tetapi kuliner ini sendiri jarang atau bahkan tidak ditemui di negara Tiongkok. Hal ini karena kuliner ini sendiri merupakan makanan asli dari olahan orang-orang Tionghoa yang bermigrasi di Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Tionghoa/Cina Peranakan. Kemungkinan besar karena orang-orang tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia pada masa lalu sebagian besar mengelola atau berusaha sebagai penjual tahu sehingga menciptakan kuliner ini dikemudian hari.

tauwa 1

Pedagang Tauwa menyiram Dengan Kuah Kacang (c) Zahir/Kawanus

Kuliner ini sendiri juga sering disantap menjadi makanan pokok khususnya pada saat sarapan, akan tetapi yang lebih sering adalah sebagai cemilan di sore hari atau waktu antara sarapan dan makan siang. Dalam menyantap kuliner ini biasanya dalam semangkok tauwa akan disajikan dengan kuah kacang yang dikenal dengan nama Kacang Kowa, kacang yang digunakan umumnya merupakan kacang tanah. Kemudian akan disiram dengan sari jahe hangat yang tentunya semakin menambah citarasa.

Mengkonsumsi kuliner ini juga cukup bagus untuk pencernaan karena tergolong makanan yang mudah dicerna, sehingga kebanyakan para pelanggan yang gemar menyantap kuliner ini merupakan orang-orang usia lanjut. Selain itu siraman kuah jahe hangat dalam semangkok kuliner hangat ini juga bisa menjadi obat pereda radang maupun penghangat suhu tubuh di cuaca yang dingin.

tauwa 3

Bahan Pelengkap (c) Zahir/Kawanus

Tempat Menemukan Kuliner Tauwa Kacang Kowa

Di kota Surabaya sendiri untuk menemukan kuliner ini memang cukup sulit karena kebiasaan para pedagangnya yang berkeliling menggunakan sepeda yang memikul tempat tauwa di belakangnya. Akan tetapi tempat paling sering ditemui penjual kuliner ini di kota Surabaya yakni di sepanjang Jalan Gunungsari hingga Jalan Wiyung. Kawan Makan akan seringkali menjumpai pedagang Tauwa yang sedang berdagang dipinggri jalan.

Untuk seporsi kuliner ini sendiri dihargai sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000/porsi. Adapula pedangan Tauwa yang juga menyajikannya dengan potongan cakue yang dihargai Rp1.000/bijinya. Selain itu penjual tauwa ini juga seringkali berdangan antara pagi hingga menjelang sore hari.

 

Mahasiswa yang suka jalan-jalan dan menulis

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Kuliner

To Top