Connect with us

Kawanus.com

Kawanus.com

Mengenal Kisah Kerajaan Pajajaran di Prasasti Batu Tulis

prasasti batu tulis 2

Budaya & Sejarah

Mengenal Kisah Kerajaan Pajajaran di Prasasti Batu Tulis

Foto via google maps/raynardthan pontoh

Mengenal Kisah Kerajaan Pajajaran di Prasasti Batu Tulis

Keluar dari hiruk pikuknya keramaian kita mengenang salah satu sejarah kerajaan Sunda yang sangat terkenal yakni Kerajaan Pajajaran. Bicara tentang Bogor tak akan lepas dari Kerajaan Pajajaran. Bagi masyarakat Sunda khususnya warga Bogor, mungkin sudah tidak asing lagi dengan Kerajaan Pajajaran. Kerajaan ini didirikan pada tahun 923 M oleh Sri Jayabhupati. Salah satu raja yang mencapai puncak keemasan dan yang paling dikenal oleh orang-orang sampai sekarang adalah Sri Baduga Maharaja atau biasa dipanggil dengan sebutan Prabu Siliwangi.

Mengenal tentang Kerajaan Pajajaran, kita juga akan dibawa masuk pada sebuah situs sejarah yang saat ini selalu dijadikan riset atau juga pariwisata oleh beberapa warga Indonesia dan juga turis asing. Situs sejarah itu disebut sebagai Prasasti Batu Tulis. Prasasti ini menjadi sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari Kota Bogor.

Sejarah Prasasti Batu Tulis

Kerajaan Pajajaran memang tidak pernah lepas dari Prabu Siliwangi. Prasasti ini adalah pengungkapan kesedihan Prabu Surawisesa untu mengenang kejayaan pada masa sang ayahanda, Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi. Selain mengungkapkan duka tentang kepergian ayahanda, prasasti ini dibuat juga dalam suasana kepiluan karena saat itu kekuasaan yang diwariskan oleh Prabu Siliwangi tanggal satu persatu direbut oleh Kerajaan Islam. Dengan begitu, Prasasti Batu Tulis adalah sebuah ungkapan kesedihan keturunan Prabu Siliwangi yang tak lain adalah Prabu Surawisesa karena tidak bisa menjalankan amanat yang diberikan oleh ayahandanya sendiri.

prasasti batu tulis 3

Foto via google maps/raynardthan pontoh

Meskipun digempur habis-habisan untuk mempertahankan wilayahnya, Prabu Surawisesa tetap kalah. Dalam naskah cerita Parahiyangan, Prabu Surawisesa pernah terlibat dalam 15 kali peperangan. Awalnya peperangan tersebut berjalan lancar bahkan pernah ada perjanjian perdamaian, namun tetap saja beberapa wilayahnya habis direbut oleh kerajaan-kerajaan tetangga.

Bertepatan dengan 12 tahun kematian Prabu Siliwangi dan gugurnya Kerajaan Pajajaran, Prabu Surawisesa membuat sakakala. Isi sakaka tersebut adalah mengenang keberhasilan Prabu Siliwangi juga beberapa jasanya yang disebutkan yaitu : “Dialah yang membuat tanda peringatan gunung-gunung, mengeraskan (jalan) dengan batu. Membuat hutan samida, juga membuat Sanghiyang Talaga Rena Maha Wijaya. Ya dialah (yang membuat semua itu). (ditulis) Dalam tahun Saka lima-pandawa-pangasuh bumi.”

Itulah sejarah adanya Prasasti Batu Tulis. Nenek moyang dahulu beranggapan bahwa peletakan batu tulis tersebut setelah 12 tahun meninggalnya Prabu Siliwangi atau yang dikenal dengan upacara srada “penyempurnaan sukma”.
Di sebelah batu tulis yang merupakan sasakala Prabu Surawisesa tersebut ada sebuah lingga. Lingga adalah sebuah batu yang berbentuk panjang dan bulat dengan ukuran yang persis seperti batu tulis tersebut. Lingga itu adalah sebuah sosok yang mewakili Prabu Siliwangi sedangkan batu tulis adalah sosok Prabu Surawisesa.

Penempatan kedua prasasti tersebut seperti seorang anak pada ayahnya. Prasasti yang telah dibuat oleh Prabu Surawisesa ini tidak memiliki tanda nama penulis dari Prasasti Batu Tulis tersebut. Namun di depan kedua buah prasasti terdapat dua batu, satu berisi astatala atau ukiran jejak tangan dan satunya lagi berisi padatala atau ukiran jejak kaki yang merupakan simbol dari Prabu Surawisesa.

prasasti batu tulis

Foto via google maps/lanna dlanna

Lokasi dan Jam Buka Prasasti Batu Tulis

Bagi warga Bogor, mengunjungi situs ini wajib dilakukan karena sebagai bentuk ucapan terima kasih pada jasa-jasa Prabu Siliwangi dan turut prihatin pada Prabu Surawisesa karena telah gagal dalam menjalankan amanah karena berakhirnya Kerajaan Pajajaran. Dan bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi situs ini, Kawan Jalan bisa menemukannya di Jalan Batutulis No.54, RT. 02/ RW 02, Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Masuk ke situs ini kita tidak dikenakan biaya apapun. Situs Prasasti Batu Tulis buka mulai hari Senin sampai dengan hari Sabtu. Sementara untuk jam bukanya mulai pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB.

Akomodasi

Kawan Jalan yang ingin melakukan penginapan bisa mengunjungi Villa Lawanggintung yang berada di Lawanggintung RT.01/RW.07, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Jarak tempuhnya dari Prasasti Batu Tulis sekitar 5 menit perjalanan. Tarifnya mulai Rp200.000 sampai Rp700.000 per malamnya. Untuk reservasi bisa via 081289991379.

Wisatawan dari Bogor dan sekitarnya wajib banget mengunjungi Prasasti Batu Tulis ini sebagai destinasi wisata di akhir pekan bersama keluarga.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Budaya & Sejarah

Advertisement

Trending

Advertisement
To Top