Connect with us

Kawanus.com

Kawanus.com

Mempelajari Jejak Sejarah Goa Selomangleng di Tulungagung

goa selomangleng 2

Budaya & Sejarah

Mempelajari Jejak Sejarah Goa Selomangleng di Tulungagung

Foto via Google Maps/Mas Mus

Mempelajari Jejak Sejarah Goa Selomangleng di Tulungagung

Berbicara soal peninggalan sejarah, tentunya kita tidak boleh melupakan Kota Tulungagung. Kota yang memiliki pesona indah terkait wisata alamnya ini, juga dikenal sebagai kota yang memiliki jejak sejarah yang cukup panjang di masa lampau. Peninggalan-peninggalan sejarah akan dapat Kawan Jalan temukan dengan mudah di sini.

Contohnya ketika kamu singgah ke salah satu situs sejarah di Tulungagung, di saat yang bersamaan pula kamu akan menemukan wisata sejarah yang ada di sekitarnya. Hal ini dapat kamu lihat ketika kamu pergi ke Goa Selomangleng. Di saat yang bersamaan juga kamu dapat mengunjungi Candi Sanggrahan, Candi Dadi, dan juga Candi Gayatri, karena letaknya yang berdekatan.

Tentang Goa Selomangleng

Kata Selomangleng mempunyai arti di setiap penggalan katanya. Selo berarti batu, Mang berarti Siwa atau matahari, dan Leng berarti lubang. Bisa disimpulkan bahwa arti dari kata Selomangleng adalah batu Siwa yang berlubang. Sesuai dari arti namanya, Goa Selomangleng adalah sebuah goa yang berada di sebuah batu andesit hitam besar. Goa ini berdiri di atas tanah perbukitan seluas 29,5 x 26 m dan memiliki dua lobang yang berada di dua sisi batu andesit hitam besar. Bagian sisi barat memiliki ukuran 360 cm x 130 cm x 210 cm, sedangkan sisi selatan berukuran 360 cm x 110 cm x 210 cm.

goa selomangleng

Foto via Google Maps/Fajar Nurdian

Goa pertama berbentuk segi empat, menghadap ke barat, dan terdapat relief di dinding utara dan timur. Relief dalam goa tersebut menggambarkan cerita Arjunawiwaha atau cerita ketika Indra memerintahkan bidadarinya untuk menggoda Arjuna yang sedang berada di Gunung Indrakila. Ada juga relief yang menggambarkan bidadari menuruni awan dari kahyangan menuju bumi. Berbeda dengan goa pertama, goa kedua tidak memiliki relief atau hiasan di dalamnya. Goa kedua terlihat lebih kecil dan lebih tinggi dari goa pertama.

Terkait fungsinya, Goa Selomangleng ini diduga berfungsi sebagai tempat bertapa para rsi (ka-rai-an). Di salah satu ceruk terdapat pahatan kala secara sekilas yang berfungsi sebagai penjaga pintu goa. Secara sejarah, goa ini tidak diketahui secara jelas asal usul sejarahnya. Berkaca dari kesamaan relief dengan yang ada di Petirtaan Jalatunda, A. J. Bernet menduga bahwa Goa Selomangleng dibangun sekitar akhir abad X. Sebaliknya, jika ditinjau dari cara pembuatan dan penataan rambut tokoh-tokoh yang ada dalam relief, goa ini disinyalir dibangun pada awal masa Kerajaan Majapahit.

Cerita Relief Goa Selomangleng

Goa Selomangleng memiliki cerita Arjunawiwaha. Cerita ini mengisahkan tentang Arjuna yang mengasingkan diri ke gunung karena merasa prihatin atas perseteruan antara Pandawa dan Kurawa. Dalam pertapaannya, Arjuna mendapat cobaan dari dewa dengan dikirimkannya tujuh bidadari untuk menggodanya, namun Arjuna berhasil melewati godaan tersebut. Karena gagal, dewa kembali menguji Arjuna dengan memerintahkan Dewa Indra untuk menyamar menjadi brahmana tua. Dewa Indra yang menyamar menjadi brahmana tua menemui Arjuna dan mereka berdiskusi soal agama dan kehidupan, namun sekali lagi, Arjuna berhasil melewati ujian dari sang dewa.

goa selomangleng 3

Foto via Google Maps/Muhamad Roziqin

Tak berhenti disitu, dewa masih ingin menguji Arjuna. Suatu ketika di luar pertapaannya, ada seekor babi hutan yang mengamuk dan merusak tempat pertapaan Arjuna. Arjuna yang terganggu dengan adanya babi tersebut lantas keluar dari tempat pertapaan lalu memanah babi tersebut dengan busur panahnya. Tak disangka, di saat yang bersamaan pula ada panah pemburu babi yang menancap di tubuh babi tersebut, kemudian terjadilah perselisihan terkait panah siapa yang mengenai babi terlebih dahulu. Pemburu babi tersebut adalah Dewa Siwa yang sedang berniat menguji Arjuna.

Singkat cerita, ternyata kedatangan Dewa Siwa ini juga bermaksud meminta tolong Arjuna untuk meredakan Kahyangan karena sedang diserang raksasa setengah dewa bernama Niwatakawaca. Arjuna yang diberi tugas akhirnya menyelesaikannya dengan baik yaitu membinasakan Niwatakawaca dengan senjata kadewatan pemberian Dewa Siwa yang berupa Panah Pasopati. Atas keberhasilannya, Arjuna diberi anugerah untuk menikahi bidadari Kahyangan dan pesta pernikahannya dilangsungkan selama tujuh hari tujuh malam

HTM, Fasilitas, & Jam Operasional

Memasuki Goa Selomangleng, Kawan Jalan akan ditarik Rp3.000 untuk biaya parkir kendaraan. Untuk fasilitasnya, goa ini belum memiliki fasilitas yang lengkap. Oleh karena itu, Kawan Jalan diharap membawa bekal atau kebutuhan lainnya saat berkunjung ke sini. Terkait jam operasionalnya, Goa Selomangleng dapat kamu kunjungi setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.00 WIB.

goa selomangleng 4

Foto via Google Maps/Ayu Xavier

Lokasi dan Akomodasi

Goa Selomangleng berada di Sanggrahan, Kec. Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Wisata alam sejarah ini terletak tak begitu jauh dari pusat kota Tulungagung karena hanya berjarak 7,6 km atau dapat ditempuh kurang lebih 16 menit menggunakan kendaraan.

Rute perjalanan menuju Goa Selomangleng sangatlah mudah. Untuk Kawan Jalan jika dari pusat kota maka langsung saja arahkan kendaraanmu ke selatan menuju Jalan Mastrip. Tetap lurus ke arah selatan sampai kamu menemukan Balai Desa Sanggrahan Baru. Dari sini tetap lurus ke arah selatan dan kurang lebih 1,6 km kamu akan sampai di penitipan kendaraan Goa Selomangleng. Sesampainya di sini perjalanan akan dilanjutkan dengan jalan kaki melewati jalan setapak dengan pohon jati dan pohon batu di sekelilingnya.

Informasi terbaik dan terdekat, Kawan Jalan bisa mencoba menginap di Sultan Guest House yang ada di pusat kota. Penginapan ini mempunyai fasilitas lengkap seperti banyak pilihan kamar, TV, wifi, AC, restoran, area parkir yang luas, dan fasilitas lainnya. Untuk kamu yang berminat, tarif yang dibandrol adalah mulai Rp140.000 per malamnya. Jarak penginapan dengan Goa Selomangleng adalah 7 km atau dapat ditempuh selama kurang lebih 14 km menggunakan kendaraan.

Ingin menjadi anak kebanggaan orang tua

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Budaya & Sejarah

To Top