Connect with us

Kawanus.com

Masjid Saka Tunggal, Masjid Tertua Sejak 1288 Masehi

masjid saka tunggal 2

Wisata

Masjid Saka Tunggal, Masjid Tertua Sejak 1288 Masehi

Foto via Google Maps/Denmas Reza

Masjid Saka Tunggal, Masjid Tertua Sejak 1288 Masehi

Masjid Saka Tunggal, atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Saka Tunggal Cikakak merupakan masjid tertua di Jawa. Masjid ini dikenal sangat unik, karena banyak monyet yang berkeliaran di sekitarnya. Hal ini menjadi ciri khas tersendiri, serta menjadi pembeda dengan masjid lainnya.

Sejarah Berdirinya Masjid Saka Tunggal Banyumas

Masjid Saka Tunggal merupakan bukti peninggalan penyebaran agama Islam, yang konon dibangun sebelum kerajaan Majapahit. Tempat ini merupakan pusat dakwah dan penyebaran Islam di Banyumas, yang dilakukan oleh Kyai Mustolih. Karena berdiri pada masa Kerajaan Singasari, masjid ini telah berusia kurang lebih 733 tahun lamanya.

Masjid Saka Tunggal ini dibangun pada tahun 1288 Masehi, sesuai dengan prasasti yang terpahat pada tiang masjid tersebut. Masjid ini merupakan masjid tertua di Indonesia, khususnya pulau Jawa dan berdiri pada masa Kerajaan Singasari.

masjid saka tunggal 3

Foto via instagram.com/@bayusriyono86

Sejarah masjid ini berkaitan erat dengan tokoh penyebar agama Islam di Cikakak, yakni Mbah Mustolih. Beliau hidup dalam Kesultanan Mataram Kuno, sehingga unsur kejawen masih sangat melekat. Cikakak merupakan markas syiar Islam yang dilakukannya, Masjid Saka Tunggal dibangun sebagai bukti peninggalan. Beliau dimakamkan tidak jauh dari lokasi masjid ini.

Desain Arsitektur Masjid Saka Tunggal yang Unik

Masjid Saka Tunggal menggunakan atap sirap kayu sebagai ciri khas arsitekturnya. Material pada dinding masjid, awalnya juga dari kayu dan anyaman bambu. Namun sebagai tujuan preservasi dan pemeliharaan, ditambahkan dinding bata untuk eksterior masjid. Anyaman bambu pada interior masjid, digunakan sebagai sekat atau partisi antar ruangan sekaligus material plafon.

Pada mimbar masjid terdapat ukiran dua buah Surya Mandala, sebagai lambang pedoman umat muslim yakni Al-Quran dan Hadits. Kolom utama masjid terbuat dari kayu solid tanpa sambungan berukuran 24×24 cm pada pangkalnya. Dengan hiasan 4 buah sayap dipenuhi ukiran bercorak flora. Ornamen masjid sangat kental dengan simbolisme Islam dipadukan adat Jawa.

Sesuai namanya, masjid ini memiliki satu tiang tunggal di tengah sebagai penyangga. Pilarnya terlindungi oleh kotak kaca dan dihiasi oleh ukiran bunga Jawa yang sangat indah. Masjid ini sangat unik, karena memiliki empat helai sayap dari kayu pada Saka (tiang). Konon katanya hal ini melambangkan “papat kiblat lima pancer” atau empat mata angin satu pusat.

masjid saka tunggal 4

Foto via instagram.com/@bayusriyono86

Lokasi dan Rute

Masjid Saka Tunggal berlokasi di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sebuah kawasan pedesaan sangat kental terasa saat berkunjung ke lokasi wisata religi satu ini. Hal ini dapat terlihat dari bangunan masjid yang beratapkan ijuk dengan dinding dari anyaman bambu, khas wilayah pedesaan.

Untuk menuju lokasi masjid Saka tunggal di desa Cikakak, maka harus menempuh jarak 25 km dari pusat kabupaten Banyumas. Sementara dari pusat kecamatan Wangon, hanya berjarak sekitar 4 kilometer saja. Untuk menjangkau lokasi, bisa menggunakan motor maupun mobil.

Jika berangkat dari terminal Pasar Rekreasi Cikakak, maka harus menuju jalan raya Masjid Saka tunggal.  Masjid ini berada sekitar 200 meter sebelum lokasi Desa Wisata Cikakak. Lokasi ini cukup strategis dengan kondisi jalan sangat baik.

masjid saka tunggal 5

Foto via Instagram.com/@chandraadiw

HTM dan Jam Operasional

Sebagai wisata religi, masjid ini buka selama 24 jam setiap hari sehingga pengunjung dapat berkunjung kapanpun. Untuk memasuki kawasan masjid ini juga tidak akan dikenai tiket masuk alias gratis. Namun jika menginginkan pengalaman wisata religi yang seru, bisa ditemani pemandu. Pengunjung dapat memilih paket wisata yang terdapat di Desa Cikakak yang disediakan oleh pengelola wisata.

Mulai dari harga Rp85.000 sudah dapat menikmati Paket Ngempani Kethek ataupun paket wisata religi ini sesuai keinginan. Ada beragam fasilitas sesuai dengan paket yang dipilih berkaitan dengan sejarah Masjid Saka Tunggal. Pengunjung yang tidak menggunakan pemandu wisata juga tetap bisa berkeliling sembari bercengkrama dengan kera di sekitar masjid.

Penginapan dan Pusat Oleh-oleh

Jika hendak bermalam, Hotel Kelapa Gading Indah dapat menjadi pilihan akomodasi penginapan terdekat. Jika menginap di hotel ini hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp50.000 – Rp200.000 per malam. Hotel ini beralamat di Jalan Raya Timur Wangon nomor 13-17, Pecikalan Satu, Kelapa Gading Kulon, Banyumas, Jawa tengah.

Untuk mendukung UMKM di Desa Cikakak, pengunjung dapat membeli beragam souvenir buatan masyarakat di toko sekitar masjid. Pengunjung juga dapat menyantap kuliner khas daerah sini.

Unstoppable!

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Wisata

To Top