Connect with us

Kawanus.com

Kawanus.com

Kembali Bernostalgia di Kamar Nenek

Kuliner

Kembali Bernostalgia di Kamar Nenek

Foto via instagram.com/kamarnenek

Kembali Bernostalgia di Kamar Nenek

Mendengar namanya saja sudah sangat unik, ya? Sebuah restoran yang berkawasan di daerah Cipaganti, Kota Bandung ini memang bisa dibilang sangat estetik dengan dominasi penggunaan warna merah pada setiap sisi bangunannya. Penerapan desain vintage yang cukup kental membangun suasana seakan-akan berada di Kamar Nenek.

Mempunyai alamat di  Jalan Cipaganti Nomor 150, Kecamatan Coblong, Kamar Nenek menarik perhatian publik, khususnya di Instagram karena banyak pengunjung yang mengabadikan momen di restoran ini dengan latar belakang deretan patung manekineko (yakni patung kucing yang dianggap sebagai simbol keberuntungan, kekayaan, dan kemakmuran bagi masyarakat Jepang).

Foto via instagram.com/kamarnenek

Kamar Nenek benar-benar berani menonjolkan sisi yang berbeda dari sebuah restoran. Ketika banyak tempat kuliner yang menerapkan konsep modern minimalis dan industrial serta menggunakan warna-warna monokrom seperti putih, hitam, dan abu-abu, penggunaan warna merah menyala benar-benar membuat sepasang mata menjadi terbuka karena warnanya yang seakan-akan membara.

Saking uniknya konsep yang diusung oleh Kamar Nenek, banyak orang yang menjadikan restoran ini sebagai tempat photoshoot karena mempunyai latar belakang begitu cantik dan menarik untuk diabadikan dalam sebuah foto maupun video. Terlebih lagi dengan penggunaan furniture dan beberapa ornamen penghias ruangan yang begitu klasik, maka tidak heran jika Kamar Nenek menjadi salah satu tempat kuliner yang instagramable. 

Foto via instagram.com/sofyan.jalanjalan

Ambience ketika berada di Kamar Nenek juga cukup baik. Mungkin sedikit memberikan kesan seperti remang-remang di beberapa areanya. Namun, selebihnya, pencahayaan di restoran ini, terutama di bagian outdoor sudah baik, sehingga yang ingin mengabadikan momen di Kamar Nenek dengan pencahayaan alami. Pengelola restoran juga memanfaatkan setiap sudut ruangan dengan meletakkan tanaman-tanaman hijau berukuran besar, sehingga memberikan sentuhan asri meskipun di area indoor.

Meskipun di Kamar Nenek tidak menggunakan air conditioner (AC), kamu tidak perlu khawatir akan merasa gerah, karena di restoran ini, sirkulasi udaranya sangat baik, sehingga hanya mengandalkan hawa sejuk dari kota Bandung sudah memberikan kenyamanan para pengunjung yang ada di area indoor. Tentunya selain nyaman, kamu pun bebas berselancar ria di media sosial, baik update status maupun streaming video, karena Kamar Nenek menyediakan Wi-Fi gratis!

Meskipun didominasi oleh warna merah, akan tetapi ada beberapa spot di Kamar Nenek yang mempunyai konsep berbeda-beda. Hal ini dapat terlihat dari penggunaan warna hingga motif wallpaper yang diterapkan, sehingga memberikan ragam nuansa meskipun berada di satu bangunan.

Foto via instagram.com/i_pratita

Kamar Nenek tidak hanya menonjolkan konsep vintage pada restorannya, melainkan pada menu minuman mocktail-nya (yakni sejenis minuman dengan sensasi rasa segar tanpa harus menggunakan alkohol sebagai bahan campurannya). Kalau misalnya banyak restoran maupun kafe yang lebih mengutamakan main corse dan side dish nya, Kamar Nenek justru lebih berfokus pada mocktail-nya.

Namun, kalau kamu ingin mencicipi ragam makanan dengan cita rasa lokal maupun western pun juga tersedia, kok! Dengan budget mulai dari Rp35.000-90.000, kamu bisa mencicipi menu appetizer (fried enoki, potato wedges with truffle oil, spicy chicken wing), main course (spaghetti basil, nasi goreng nenek, panseared chicken thigh), dan dessert (red velvet cake dan chocolate truffle cake).

Foto via instagram.com/anisanff

Nah, ini dia menu utama dari Kamar Nenek! Kamu akan kebingungan sekaligus tertarik untuk mencoba semua menunya karena mempunyai nama dan cita rasa yang unik. Misalnya saja seperti rambut nenek (menggunakan campuran raspberry, mint tea, aloe honey, lemon, dan rose), lol grandma (lemon, orange, lychee, dan lime), kampung highball (nanas, soda, lemonia acidissima, dan lemon), saritem (persik, soda, kombuca, dan fermentasi beras glutinous), sinar remboelan (mint, madu, soda, teh telang, dan mentimun) hingga serasa di ubud (jus cranberry, eskrim vanilla, dan keju).

Merasakan kesan unik dan berbeda menjadi hal yang paling dirasakan setelah mengunjungi Kamar Nenek. Kreativitas yang otentik, baik dari bentuk dan konsep bangunan hingga nama-nama menu mocktailnya pun menarik rasa penasaran banyak orang untuk mengunjungi restoran yang satu ini. Jadi, ketika kamu sedang mampir di kawasan Cipaganti, jangan lupa tengok ke Kamar Nenek, ya!

Drowned sun.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Kuliner

To Top