Connect with us

Kawanus.com

Kawanus.com

Kampung Naga, Kampung Adat yang Masih Lestari Hingga Kini

kampung naga

Budaya & Sejarah

Kampung Naga, Kampung Adat yang Masih Lestari Hingga Kini

Foto via Instagram.com/inindonesiaku

Kampung Naga, Kampung Adat yang Masih Lestari Hingga Kini

Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat. Kabupaten Tasikmalaya terkenal dengan destinasi wisata, terutama destinasi wisata alamnya yang indah. Bukan hanya destinasi alamnya saja, destinasi wisata budaya di Kabupaten Tasikmalaya pun sangat terkenal. Salah satu wisata budaya yang ada di Kabupaten Tasikmalaya yaitu Kampung Adat Naga atau lebih dekenal Kampung Naga.

Daya Tarik Kampung Naga

Kampung Naga merupakan salah satu perkampung tradisional yang berada di Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu. Berbeda dari perkampungan yang lainnya, Kampung ini dihuni oleh sekelompok masyarakat yang masih memegang erat adat istiadat leluhurnya, yaitu adat istiadat suku Sunda. Kehidupan masyarakat di Kampung Naga ini masih tradisional dan tentunya jauh dari kata modern.

Selain masih tradisional, Kampung Naga juga belum dialiri oleh listrik sampai saat ini. Untuk penerangan dimalam hari, masyarakat kampung ini masih menggunakan pencahayaan dari damar ataupun obor. Salah satu alasan kampung ini tidak dialiri listrik yaitu karena masyarakat setempat tetap ingin melestarikan kebudayaan leluhurnya dan juga untuk menjaga kesetaraan sosial di masyarakat. Padahal pemerintah setempat sudah memberikan penawaran untuk mengaliri sumber listrik ke wsiata ini.

kampung naga 2

Foto via Instagram.com/rushpackers

Di Kampung Naga sendiri hanya ada sekitar 113 rumah, itu artinya hanya ada 113 kepala keluarga saja. Jumlahnya pun tidak boleh ditambah ataupun dikurangi. Rumah di kampung ini sebagian besar merupakan rumah panggung. Bangunan rumah di sini terbuat dari kayu dan bambu. Selain dari kayu dan bambu, rumah di kampung ini juga menggunakan ijuk sebagai atapnya. Bangunan rumah di wisata ini memiliki ciri khas, dimana atapnya menyerupai capit pada gunting, sehingga disebut atap cagak gunting. Selain itu bangunan rumah di sini memiliki aturan yang harus ditaasti, dimana bangunan rumah harus menghadap ke arah selatan ataupun utara, dan memanjang dari timur atau barat.

Suasana di kampung ini begitu asri dan sejuk. Sebelum Kawan Jalan memasuki area kampung adat ini, Kawan Jalan harus menuruni kurang lebih 400 anak tangga dari pintu masuk. Anak tangga ini terbuat dari batu yang di lapisi semen. Selain memiliki 400 anak tangga, anak tangga ini juga memiliki kemiringan sekitar 45 derajat. Setelah menuruni anak tangga, kamu menelusuri jalan setapak menuju pemukiman. Semakin memasuki area pemukiman, Kawan Jalan akan disambut suara gemiricik air dari aliran sungai dan rindangnya pepohon yang membuat suasana begitu asri dan sejuk.

kampung naga 3

Foto via Instagram.com/bastian_as

Rute dan Lokasi Kampung Naga

Kampung Naga berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Akses menuju kampung ini cukup mudah, karena berada dipinggir jalan. Untuk menuju wisata ini bisa menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Jika kamu menggunakan bus, Kawan Jalan menggunakan bus dengan arah tujuan Tasikmalaya dan turun di pertigaan Rancabango atau Transmart Tasikmalaya, dari sana Kawan Jalan melanjutkan perjalanan menggunakan elf dengan arah tujuan Garut dan turun di Salawu tepat pintu masuk Kampung Naga.

Sedangkan jika Kawan Jalan menggunakan kereta api, kamu menggunakan kereta dengan arah tujuan Tasikmalaya. Dari stasiun Tasikmalaya lanjutkan perjalanan menggunakan angkot 08 menuju pertigaan Rancabango, dari sana bisa melanjutkan perjalanan menggunakan elf tujuan Garut dan turin di Salawu tepat dipintu masuk Kampung Naga.

Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi dan dari daerah Bandung, Jakarta dan sekitarnya, Kawan Jalan bisa menggunakan tol dan keluar dari tol Purbaleunyi dan keluar di Cileunyi, kemudian Kawan Jalan lurus terus sampai Lingkar Nagreg kemudian menuju arah Garut kota, dari Garut kota Kawan Jalan menuju Cilawu dan lurus terus sampai kampung ini. Ketika kamu berada di Cilawu menuju Kampung adat ini, Kawan Jalan diharapkan hati-hati membawa kendaraannya, kerana jalannya mulai berkelok-kelok dan cukup terjal.

kampung naga 4

Foto via Instagram.com/amyyyfr_

HTM dan FasilitasĀ 

Untuk memasuki area Kampung Naga, Kawan Jalan tidak akan dikenakan biaya masuk, tetapi Kawan Jalan wajib melapor ke pos penjagaan jika akan memasuki area kampung ini. Jika membawa kendaraan pribadi, Kawan Jalan cukup membayar parkir mulai dari R 2.000 – Rp5.000. Kampung adat iniberoperasional setiap hari selama 24 jam.

Di Kampung ini pun tersedia fasilitas yang dapat menunjang para pengunjung. Beberapa fasilitas yang ada di Kampung Naga diantaranya musala, toilet, dan area parkir yang cukup luas. Jika Kawan Jalan nerasa lapar, Kawan Jalan tidak usah khawatir, karena di sini terdapat para pedagang makanan san minuman.

Akomodasi

Area Kampung Naga cukup jauh dari pusat kota, baik dari pusat Garut maupun Tasikmalaya. Sehingga cukup sulit ketika mencari penginapan di area kampung adat ini. Biasanya para wisatawan yang berkunjung ke wisata ini dan bermalam, para wisatawan akan bermalam dirumah warga kampung ini. Tetapi jika Kawan Jalan hanya singgah di Kampung ini dan berniat istirahat sebelum melanjutkan perjalanan, Kawan Jalan menginap di Homestay Desa Wisata Taraju. Tarif yang dikenakan cukup murah, yaitu muaki dari Rp65.000/malamnya. Jarak dari Kampung Naga menuju Homestay Desa Wisata Taraju sekitar 10 km.

Hallo šŸ™Œ

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Budaya & Sejarah

Advertisement

Trending

Advertisement
To Top