Connect with us

Kawanus.com

Kawanus.com

Jalan Bongkaran, Menelusuri Kawasan Ekonomi di Masa Kolonial

jalan bongkaran 2

Wisata

Jalan Bongkaran, Menelusuri Kawasan Ekonomi di Masa Kolonial

Pertokoan Lawas Jalan Bongkaran (c) Zahir/Kawanus

Jalan Bongkaran, Menelusuri Kawasan Ekonomi di Masa Kolonial

Surabaya, kota yang menjadi ibukota provinsi Jawa timur ini selain memiliki beragam kuliner tradisional yang cukup menggugah selera juga terkenal sebagai kota yang memiliki ragam peninggalan sejarah yang tidak terhitung jumlahnya. Hal ini dikarenakan kota Surabaya yang notabene berada di kawasan pesisir menjadi kawasan penting dalam aspek perekonomian maupun pemerintahan bahkan sejak sebelum kaum kolonialis Eropa menginjakkan kakinya di bumi pertiwi.

Memasuki masa kolonial kawasan di sekitar pesisir utara Surabaya mulai mengalami perkembangan untuk mengakomodasi kegiatan perekonomian yang dulunya bertumpu ke sektor perdagangan jalur air. Hal inilah pula yang membuat kawasan ini tumbuh lebih cepat daripada kawasan kota Surabaya lainnya dan meninggalkan bukti-bukti sisa kejayaan perdagangan di masa lalu. Salah satu bukti kejayaan sisa kegiatan perekonomian di masa lalu dapat ditemui di Jalan Bongkaran, Surabaya.

Industri dan Bongkar Muat di Jalan Bongkaran

Pada masa kolonial Belanda, kawasan di sekitar aliran sungai Kalimas tumbuh menjadi kawasan perekonomian yang cukup ramai dan sibuk. Salah satu kawasan yang cukup ramai pada masa itu yakni di Jalan Bongkaran. Kawasan jalan yang tidak terlalu lebar dan diapit oleh gedung-gedung pergudangan dan toko ini dulunya digunakan sebagai kawasan bongkar muat barang dan kegiatan perekonomi lainnya pada periode awal abad ke-20.

jalan bongkaran 3

Sudut Bekas Pergudangan Kawasan Bongkaran (c) Zahir/Kawanus

Di kawasan ini pada masa lampau juga digunakan sebagai daerah perkantoran untuk kegiatan ekspedisi dan perdagangan yang umumnya dikelola oleh etnis Eropa dan sebagian keturunan Tionghoa. Tidak heran di kawasan ini hingga kini masih ditemui beberapa bangunan khas bergaya kolonial dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 yang masih kokoh berdiri dan sebagian juga masih beroperasi sebagai pergudangan barang.

Pabrik Obat Asal Jerman di Jalan Bongkaran

Dari sekian banyak bangunan bekas kawasan industri yang terdapat di Jalang Bongkaran ada salah satu bangunan lama yang dianggap sebagai ikon jalan tersebut. Bangunan tersebut yakni merupakan bekas pabrik yang memiliki nama Pabrik Obat Helmig. Pabrik ini dulunya berdiri pada tahun 1906 tersebut merupakan pabrik yang berfokus ke perisa makanan yang dimiliki perusahaan asal Jerman.

Mungkin Kawan Jalan cukup bingung mengapa pabrik obat memproduksi perisa makanan? hal ini dikarenakan pada masa tersebut perisa makanan lazim disebut sebagai “obat makanan” dan ada pula yang menyebut “obat gula” untuk perasa manis buatan. Awalnya pabrik ini berada di sekitar kawasan Jagalan daerah Peneleh, kemudian pada periode 1930-an pabrik tersebut direlokasi ke kawasan Bongkaran dan memiliki nama resmi Helmig’s Chomische Fabrieken N.V., produk unggulan yang cukup terkenal dan pabrik ini adalah essense atau perisa makanan yang dikenal dengan nama Essence Tjap Lontjeng. Kemudian setelah kemerdekaan pabrik ini di akusisi pemerintah dan memiliki nama baru yakni Pharmasi Industri Masyarakat (PIM).

jalan bongkaran 5

Bangunan Bekas Pabrik Obat Helmig (c) Zahir/Kawanus

Lambat laun karena perkembangan kota Surabaya yang tidak memungkinkan untuk kawasan industri di tengah kota membuat pabrik ini kemudian dipindah ke luar kota hingga kini. Di Jalan Bongkaran bangunan pabrik lama tersebut masih kokoh berdiri dan sebagian besar dibiarkan kosong, namun beberapa spot pabrik disewakan untuk kegiatan perdagangan. Bekas pabrik tersebut seakan-akan memberikan gambaran bagaimana sibuknya kawasan Jalan Bongkaran di masa lampau meski kini kawasan jalan tersebut sudah tidak seramai dulu.

Kini banyak pegiat sejarah maupun para wisatawan yang gemar melakukan blusukan ke kawasan-kawasan kota lama Surabaya yang menyempatkan diri untuk mengunjungi kawasan Jalan Bongkaran. Umumnya mereka ingin melihat bangunan bekas pabrik obat Helmig tersebut yang mungkin bagi orang-orang generasi kelahiran 70-80an memiliki kenangan tersendiri dengan produk yang dihasilkan oleh pabrik ini.

jalan bongkaran

Papan Penanda Jalan Bongkaran (c) Zahir/Kawanus

Lokasi dan Akomodasi

Jalan Bongkaran ini sendiri berada di sekitar kawasan sisi timur aliran sungai Kalimas, tepatnya masuk ke kawasan kecamatan Pabean Cantian. Bagi Kawan Jalan yang ingin mengunjungi lokasinya dapat mengambil rute dari Jalan Rajawali, kemudian lurus saja melewati Jembatan Merah memasuki Jalan Kembang Jepung. Lalu kawan jalan cukup lurus kurang lebih sekitar 200 meter kemudian berbelok ke arah kanan jalan maka akan menemukan Jalan Bongkaran.

Bagi kamu yang memerlukan akomodasi penginapan bisa datang ke Kokoon Hotel Surabaya yang berada di Jalan Slompretan No.26, Bongkaran, Kec. Pabean Cantian. Tarif menginap per malam di sini mulai dari Rp300.000/malam, info lebih detail bisa hubungi 031-3524638

Mahasiswa yang suka jalan-jalan dan menulis

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Wisata

Advertisement

Trending

Advertisement
To Top