Connect with us

Kawanus.com

Kawanus.com

Candi Wringin Lawang, Cagar Budaya Peninggalan Majapahit

Budaya & Sejarah

Candi Wringin Lawang, Cagar Budaya Peninggalan Majapahit

Foto via Google Maps/Nana Carlina

Candi Wringin Lawang, Cagar Budaya Peninggalan Majapahit

Salah satu daerah yang terkenal dengan peninggalan Majapahit adalah Jawa Timur. Mojokerto menjadi satu wilayah yang paling banyak memiliki sisa peradaban Kerajaan Majapahit. Salah satunya yang bisa kamu coba sambangi adalah Candi Wringin Lawang yang terletak di Dukuh Wringin Lawang, Desa Jati Pasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Wringin Lawang sendiri dalam bahasa Jawa memiliki arti beringin, sedangkan lawang adalah pintu, bila digabungkan maka Wringin Lawang bisa diartikan menjadi candi yang berbentuk menyerupai pintu. Selain itu tepat di sebelah bangunan candi dulunya juga ditemukan sebuah pohon beringin.

Foto via Google Maps/takeshi yamagami

Sejarah Singkat Candi Wringin Lawang
Bangunan yang menyerupai gerbang bergaya Bentar (tidak memiliki atap) ini berdiri di atas lahan seluas 616 meter kubik. Candi Wringin Lawang sendiri dibangun pada abad ke 14 Masehi yang mana saat itu merupakan masa Kejayaan Kerajaan Majapahit. Orang sekitar banyak yang mengira jika Candi Wringin Lawang merupakan gerbang masuk Kerajaan Majapahit karena bentuknya yang tampak menyerupai gapura.

Namun sebenarnya bangunan dari Candi Wringin Lawang Sendiri bukanlah gerbang utama istana. Karena gerbang utamanya memiliki pagar besi dengan jalan yang dapat dilewati kereta masuk kedalamnya. Sementara lebar jalan yang diapit oleh Candi Wringin Lawang tidak terlalu lebar. Menurut dugaan Candi Wringin Lawang merupakan gerbang menuju Kepatihan yang berfungsi sebagai pintu keluar masuk tamu-tamu yang berkunjung ke kerajaan pada masa itu.

Foto via Google Maps/Bagus Reza Erlangga

Ukuran Candi Wringin Lawang
Candi Wringin Lawang sendiri memiliki ukuran sekitar 13,70 meter x 11,5 meter dengan tinggi 15,5 meter. Terlihat di beberapa bagian telah mengalami konsolidasi atau tambal sulam dengan menggunakan batu bata yang terlihat serupa.

Uniknya tidak seperti candi lainnya yang dihiasi relief indah di sekelilingnya, karena kamu tidak akan menemukan relief yang mengitari dinding Candi Wringin Lawang. Bangunan candi dibangun hanya dengan menggunakan material batu bata merah. Mungkin dikarenakan fungsinya yang hanya sebagai pintu keluar masuk sehingga tidak dibuat ukiran relief di sekelilingnya.

Sebagai Tempat Meletakkan Sesajen
Situs Majapahit yang masih kokoh ini masih kerap difungsikan oleh masyarakat sekitar hingga sekarang untuk selamatan dan mencari berkah dengan sesaji. Tempat sesajen biasanya diletakkan tepat di tengah gapura candi.

Beberapa warga masih ditemui datang untuk berdoa disini. Menurut penjaga Candi Wringin Lawang, pada hari tertentu masih melihat beberapa masyarakat yang aktif datang kesini untuk meletakkan sesajen dan dupa. Memang sebagian masyarakat sekitar masih menerapkan tradisi meletakkan sesajen dengan harapan dijauhkan dari hal-hal buruk dalam kehidupan.

Foto via Google Maps/Made Yogis

Lokasi dan Akomodasi
Bagi Kawan Jalan yang ingin berkunjung hanya akan dikenai biaya tiket masuk sebesar Rp3.000 saja. Kamu bisa datang ke Candi Wringin Lawang mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB setiap harinya. Untuk menghindari ramainya pengunjung, Kawan Jalan bisa datang di saat weekdays karena pengunjung akan lebih banyak pada saat akhir pekan.

Candi Wringin Lawang cocok dijadikan sebagai salah satu alternatif tempat wisata edukatif keluarga yang murah meriah. Kamu bisa mengajak anak-anak sambil mengenalkan sejarah masa lalu. Banyak di temui pengunjung yang membawa serta anak-anak ke sini untuk bermain sambil belajar dan melihat sejarah peradaban Majapahit yang mengagumkan. Tak jarang banyak juga pengunjung yang datang hanya sekedar meluangkan waktu bersama keluarga di akhir pekan.

Foto via Google Maps/Fario RF

Lokasi menuju Candi Wringin Lawang juga cukup mudah diakses. Bisa langsung mengarahkan kendaraan menuju Jalan Gajah Mada – Jalan Raya Ngranggon – Jalan Raya Tawangsari – Jalan Raya Sawahan – Jalan Raya Sidomulyo – Jalan Bangsal – Jalan Totok Kerot. Lalu belok kiri ke Jalan Candi Wringin Lawang. Kamu bisa mengaksesnya menggunakan kendaraan pribadi, kondisi jalan juga cukup baik dan aman. Lokasi tepat berada di sebelah kanan dari arah datangnya kendaraan.

Bila Kawan Jalan ingin bermalam bisa mencoba pilihan akomodasi terdekat berupa Mojokerto Classic Homestay yang berlokasi di Jl. Jayanegara No.59, Jetis, Banjaragung, Kec. Puri, Mojokerto, Jawa Timur. Tarif permalamnya dibanderol sebesar Rp213.000 dengan sejumlah fasilitas yang bisa kamu nikmati seperti kamar ber-AC, sarapan, akses WIFI gratis, dan tempat parkir gratis.

Write! So the world might won't forget you.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Budaya & Sejarah

To Top