Connect with us

Kawanus.com

Kawanus.com

Berburu Spot Foto dengan Nuansa Vintage di Jalan Branjangan

jalan branjangan

Budaya & Sejarah

Berburu Spot Foto dengan Nuansa Vintage di Jalan Branjangan

Deretan Bangunan Tua di Jalan Branjangan (c) Zahir/Kawanus

Berburu Spot Foto dengan Nuansa Vintage di Jalan Branjangan

Kota Surabaya dikenal sebagai salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki ragam wisata sejarah yang tentunya cukup menarik untuk ditelusuri. Kota ini memang sejak sebelum masa kolonialisme telah tumbuh menjadi kawasan penting, khususnya dalam kegiatan perdagangan jalur laut atau sungai. Hal ini tidak mengherankan karena memang Surabaya merupakan satu dari sekian kota pesisir di Indonesia yang tumbuh dari sektor perdagangan.

Hal ini pula yang membuat kawasan kota tua di kota yang dijuluki sebagai “Kota Pahlawan” ini terpusat diantara kawasan pesisir, terutama kawasan pesisir utara. Meskipun wisata kota tua di Surabaya tidak sepopuler seperti daerah lainnya semisal kota tua Jakarta maupun kota tua Semarang, akan tetapi menelusuri jejak sejarah di setiap jengkal kawasan kota tua di Surabaya tentunya sangat menarik dan akan memberikan kesan edukasi yang mendalam.

Satu dari sekian banyak kawasan kota tua di Surabaya yang perlu Kawan Jalan kunjungi ketika melakukan “Sambang kawasan” adalah daerah Jalan Branjangan. Seperti apa kawasan tersebut? simak ulasannya berikut ini.

branjangan 2

Jalan Branjangan Dari Sisi Selatan (c) Zahir/Kawanus

Sejarah Singkat Kawasan Jalan Branjangan

Kawasan di Jalan Branjangan masuk ke dalam area sisi barat dari tepian sungai Kalimas. Sungai kalimas sendiri menjadi salah satu tapal batas antara kawasan pemukiman pribumi, etnis Tionghoa dan komunitas Arab di sisi timur dengan pemukiman Eropa dan Belanda di sisi barat. Di masa kolonialisme Belanda, kawasan Jalan Branjangan sendiri memiliki nama Boomstraat. Jika dirunut dari arti kata Boomstraat ini sendiri memiliki makna Jalan Dermaga, kemungkinan dinamakan demikian karena kawasan jalan yang tidak terlalu luas ini berada dekat dengan kawasan pelabuhan kalimas di sisi barat pada masa itu.

Jalan Branjangan sendiri di masa lalu tepatnya pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, memang menjadi satu dari sekian banyak kawasan elit di daerah sisi barat Kalimas yang dikelola oleh kaum Eropa dan Belanda. Tidak heran banyak bangunan besar di kawasan ini yang sisa-sisa bangunannya masih dapat dilihat hingga kini. Dahulu bangunan-bangunan tersebut digunakan sebagai kawasan penunjang kegiatan niaga seperti daerah gedung perkantoran, pusat kegiatan ekspor dan juga beberapa bangunan juga digunakan sebagai gudang.

branjangan 4

Salah Satu Bangunan Kuno di Jalan Branjangan (c) Zahir/Kawanus

Di masa revolusi Kemerdekaan, kawasan Jalan Branjangan ini menjadi area baku tembak antara para pejuang kemerdekaan dengan tentara sekutu pada tahun 1945. Bahkan dulunya para pejuang menggunakan bangunan-bangunan yang berada di kawasan ini sebagai tempat persembunyian dan perlindungan dari gempuran tentara sekutu yang terkonsetrasi di sekitar Jembatan Merah dan sekitar Jalan Rajawali (Heerenstraat).

Kawasan Kota Tua Jalan Branjangan Masih Kalah Pamor

Berbeda seperti kawasan kota tua lainnya di kota Surabaya, Jalan Branjangan memang kurang sekali diketahui karena memang jalan ini kalah pamor dengan kawasan kota tua lainnya seperti daerah Jalan gula maupun kawasan Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun. Akan tetapi justru di kawasan inilah banyak sekali tersimpan spot-spot berfoto yang tentunya memberikan kesan vintage yang cukup kental.

branjangan 3

Pintu Tua yang Menjadi Spot Foto Idaman (c) Zahir/Kawanus

Salah satu spot foto yang cukup terkenal di kawasan Jalan Branjangan ini yakni adanya sebuah pintu di sisi kiri gedung yang dulunya merupakan bekas bagian dari gedung apotik yang menjadi satu dengan sebuah kantor milik orang Eropa. Setiap kali para wisatawan atau penggiat sejarah yang sedang melakukan jelajah sejarah atau blusukan seringkali tidak lupa berfoto di depan pintu kuno yang cukup besar ini.

Selain itu daya tarik lainnya yang menjadi “Hidden Gems” dari Jalan Branjangan adala banyaknya arsitektur bangunan tempo dulu yang kemungkinan mengambil gaya arsitektur dari abad ke-19. Gedung-gedung tua yang sudah berusia lebih dari 100 tahun ini masih kokoh berdiri hingga kini meskipun warna asli dari bangunan tersebut telah pudar termakan oleh zaman, bahkan beberapa gedung yang berada di jalan ini masih digunakan untuk beragam keperluan.

branjangan 1

Salah Satu Sudut Bangunan Dari Abad ke-19 (c) Zahir/Kawanus

Lokasi dan Akomodasi

Bagi Kawan Jalan yang ingin mengunjungi dan menikmati suasana khas tempo dulu di Jalan Branjangan dapat mengambil rute dari Jalan Rajawali, kemudian lurus saja kurang lebih sekitar 300 hingga menemui sebuah gedung bank di sisi kanan dan kiri. Kemudian berbelok ke arah kanan maka akan memasuki area Jalan Branjangan. Disarankan ketika mengunjungi kawasan ini dilakukan pada sore hari atau pada akhir pekan pada saat tidak terlalu ramai lalu lalang kendaraan.

Bagi Kawan Jalan yang memerlukan akomodasi penginapan dapat bermalam di Hotel Arcadia Surabaya yang ada di Jalan Rajawali No. 9-11, Surabaya. Tarif menginap di hotel ini mulai Rp200.000/malam, untuk info lainnya bisa hubungi 081-261437134.

           

Mahasiswa yang suka jalan-jalan dan menulis

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Budaya & Sejarah

To Top